RENTAL MOBIL SEMARANG – Anda tahu EURO bukan? ituloh yang biasa nempel di bus-bus PATAS maupun Pariwisata. Jadi kurang lebih EURO adalah standart emisi pada kendaraan dan yang pasti EURO 5 lebih baik dari pada EURO 1. Coba anda yang punya mobil lawas tahun 90-an atau awal 2000-an, saat pagi hari coba stater mobil tersebut dan dekatkan wajah anda dengan knalpot. Pasti akan pedih dan bau. Berbeda dengan mobil-mobil terkini, karena mobil sekarang benar-benar di tekan emisi gas buangnya dengan berbagai cara.

Di kutip dari autonetmagz.com bahwa pemerintah telah resmi menetapkan standar emisi Euro 4 di Indonesia yang sudah diwacanakan sejak 2012 lalu. Standar ini diberlakukan melalui melalui Peraturan Menteri lingkungan hidup dan Kehutanan No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O atau yang lebih dikenal dengan Standar Emisi Euro 4.

Kendaraan bermotor kategori M mengelompokkan kendaraan roda empat atau lebih untuk angkutan orang, kategori N yang merupakan angkutan barang, dan O adalah kendaraan bermotor penarik untuk gandengan atau tempel. “Di sini ada dua tahapan, pertama untuk kendaraan bermesin bensin mulai berlaku efektif 18 bulan lagi (September 2018), sementara untuk kendaraan diesel empat tahun ke depan, sejak Permen ditandatangai pada 10 Maret,” ujar Karliansyah, selaku Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian lingkungan hidup dan Kehutanan.

Karliansyah mengatakan, kalau terbitnya aturan ini sempat tertunda sejak 2014, karena Pertamina merasa belum mampu menyediakan bahan bakar yang memenuhi persyaratan ini. kendalanya adalah kondisi kilang Pertamina yang belum siap untuk memproduksi bahan bakar berstandar Euro 4. Selain itu desakan juga datang dari pelaku industri otomotif yang sudah melakukan ekspor.

“Tetapi sekali lagi, karena fasilitas Pertamina untuk menghasilkan bahan bakar dengan standar Euro 4 ini terbatas belum siap, maka berlakunya 18 bulan lagi, jadi per September 2018, terhitung dari 10 maret 2017, untuk yang new product current bahan bakar bensin, sedangkan untuk solar 4 tahun lagi,” ujar M. R Karliansyah, dikutip dari Detik dan otomotif Kompas.

Membahas tentang emisi kendaraan mengingatkan saya pada waktu dulu dimana saat terjadi event seperti malam tahun baru dimana kemacetan terjadi dan pada saat itu masih banyak motor 2 tak mengakibatkan banyak orang yang mual pusing karena asap kendaraan. Jadi memang masalah emisi benar-benar harus di perhatikan, karena ini menyangkut kesehatan manusia secara global.