RENTAL MOBIL SEMARANG – Untuk bisa mengikuti ajang F1 Indonesia masih cukup panjang, karena perlu menyiapkan infrastruktur yang cukup mahal, sedangkan sirkuit Motogp Indonesia berusaha menggapai, terbukti dari dibuatnya sirkuit Jakabaring Palembang. Namun rupanya kita mendapatkan potensi ajang bergengsi lagi yaitu Formula E.

Di kutip dari fastnlow.net bahwa wacana menggelar Formula E merupakan buah pertemuan IMI (Ikatan Motor Indonesia) dengan petinggi FIA (Fédération Internationale de l’Automobile) di Turin, Italia. Di lokasi itu IMI bertemu dengan berbagai promotor, termasuk pihak Formula E.

kami menyediakan sewa mobil ungaran

kami juga menyediakan rental mobil demak

Balapan mobil listrik bertaraf internasional itu dibuat dalam format balapan jalan raya. Dengan begitu, Indonesia cukup mempersiapkan kelayakan infrastruktur jalan raya yang akan dijadikan tempat balapan. Dengan format balapan jalan raya yang lebih mudah diselenggarakan. Selain itu juga trek yang digunakan relatif pendek, hanya perlu sekitar 2,1 kilometer saja.

Sektretasis Jendral IMI Jeffrey JP mengatakan promotor Formula E menginginkan adu kebut mobil listrik itu digelar di Ibu Kota negara dengan tipe sirkuit jalan raya. Sejalan dengan itu, ide awal IMI menjadikan Jakarta sebagai tuan rumah. “Kalau F1 itu kan kita harus membangun sirkuit dulu, nah kalau Formula E itu balapan jalan raya. Mereka minta Jakarta, itu yang mesti kita pikirkan,” ungkap Jeffrey.

Selain Jakarta, sebenarnya lokasi lain yang bisa cocok menggelar Formula E adalah sirkuit di kawasan BSD City, Tangerang. Sirkuit non-permanen sepanjang sekitar 3 km bersertifikasi FIA Grade 3 itu sudah pernah menjadi lokasi alternatif balapan di Sirkuit Sentul pada bulan Agustus lalu. Balap mobil listrik bukan sekadar ajang beradu cepat, tapi juga membawa kampanye kendaraan ramah lingkungan.

Balapan ini kan membawa pesan Eco Green. Di samping itu, untuk bisa mendapatkan hak penyelenggaraan Formula E, Indonesia harus menyiapkan dana cukup besar butuh dana sekitar 1,5 juta Euro sekitar Rp 24 miliar. Mahal bukan? namanya juga bertaraf internasional, tapi cukup bergengsi juga. Semoga saja benar adanya hadir di Indonesia.