RENTAL MOBIL SEMARANG – Seperti yang kita ketahui bahwa nissan GTR tenaganya beringas? dengan harga yang di bawah exotic car mobil tersebut punya potensi untuk menyaingi mobil-mobil yang memiliki harga di atasnya. Tapi bagaimana jika mobil seperti GTR, Ferrari 458 Italia, lamborghini aventador di bawa ngebut di padang pasir? Kemungkinan besar saat start mobil hanya akan selip di sebabkan mereka kehilangan traksi, karena mobil tersebut memang bukan di desain untuk di gurun pasir.

Di kutip dari otodriver.com  bahwa Nissan Timur Tengah coba perkenalkan konsep baru dalam mengevaluasi kinerja mobil di gurun pasir. Para insinyur Nissan mengembangkan satuan Dessert Camel Power (dCP), sebuah formula yang diracik berdasarkan tenaga unta, yang merupakan hewan padang pasir.

Metode ini diyakini dapat mengukur performa lebih realistis dalam kondisi off-road yang cukup ekstrim. Dessert Camel Power disebut merupakan metode radikal sekaligus revolusioner sebagai solusi atas beragam diskusi mengenai bagaimana cara mengukur kemampuan off-road SUV di pasar yang spesifik, seperti di kawasan Teluk.

Bahkan dalam siaran persnya (14/3) Nissan menyebut satuan daya kuda (dk) saja tidak cukup untuk mengartikan sebuah mobil bisa tampil mumpuni di kondisi padang gurun yang berpasir. Seperti halnya tenaga kuda, Camel Power pun dapat diperhitungkan secara ilmiah, sehingga memunculkan harapan akan metode pengukuran yang lebih tepat bagi kendaraan yang beroperasi di padang gurun.

jadi penasaran nih, kira-kira mobil sejuta umatnya Indonesia (avanza xenia) berapa camel power ya?