Sebagian besar perjalanan di perusahaan aplikasi angkutan berbagi Lyft akan menggunakan mobil otomatis tanpa sopir dalam waktu lima tahun.

Presiden Lyft -yang juga salah seorang pendiri- John Zimmer mengatakan mobil otomatis akan menjadi lebih murah dibanding memiliki mobil sendiri.

Komentarnya disampaikan di tengah makin meningkatnya upaya sejumlah perusahaan untuk mengembangkan mobil tanpa sopir.

Lyft bekerja sama dengan General Motors sementara saingannya, Uber, menggandeng Volvo.

Dengan menyebut kendaraan tanpa sopir sebagai ‘revolusi ketiga transportasi’, Zimmer memparkan tiga tahapan untuk mobil otomatis dalam industri taksi dan berbagi kenderaan.

Dalam waktu dua tahun, mobil yang mengemudi sendiri akan tersedia bagi pengguna Lyft namun hanya di rute-rute tertentu, yang sudah dilengkapi dengan perangkat lunak.

Tahap berikut adalah mobil yang bisa melakukan navigasi sendiri di setiap rute namun dengan kecepatan maksimal 25 mil/jam atau sekitar 40 km/jam.

Sedangkan tahap ketiga -yang menurut Zimmer akan tercapai sekitar tahun 2021- adalah semua perjalanan dengan Lyft sudah sepenuhnya tanpa pengemudi.

Ketika tahap ketiga sudah tercapai, Zimmer memperkirakan penurunan yang tajam dalam kepemilikan mobil, setidaknya di kota-kota besar Amerika Serikat.

Selain Lyft dan Uber yang berambisi untuk mengembangkan mobil tanpa sopir, sebuah perusahaan di Singapura, nuTonomy, juga sudah menguji coba taksi tanpa sopir di satu kawasan kota untuk rute yang sudah ditentukan.

Bagaimanapun taksi nuTonomy masih ditemani dengan sopir sebagai tindakan berjaga-jaga untuk mengambil alih kemudi jika diperlukan.