RENTAL MOBIL SEMARANG – Sebelumnya kita tahu bahwa pemerintah telah membuat proyek mobil murah yang sekarang laris manis. Sebut saja Ayla, Agya, Karimun Wagon R, Brio, Datsun Go Panca dan yang baru seperti duo Sigra Calya. Cukup sukses memang mobil tersebut, karena di samping mobil terjangkau bagi masyarakat Indonesia, hemat BBM, perawatan mudah. Lalu dari aspek industri, proyek tersebut telah banyak memperkerjakan masyarakat Indonesia karena suplai bahan baku adalah dari dalam negeri.

Bicara soal macet? pastilah, karena lihat saja berapa banyak mobil plat putih yang kita lihat dalam sehari? itu saja mobil baru yang keluar, belum lagi yang masih di kandangin di garasi nunggu plat putih. Hal tersebut adalah PR pemerintah juga dalam hal pelebaran jalan, pemaksimalan transportasi umum serta efisiensi manajemen penataan jalur-jalur rawan macet.

Baik sekarang kita bahas mengenai mobil murah yang lebih tepat sasaran, yaitu untuk kendaraan desa. Dikutip dari otomotifnet.com bahwa latar belakang pengembangan mobil pedesaan diawali pada reshufle kabinet jilid II pada bulan July 2016 yang mengumumkan susunan kabinet baru, termasuk Menteri Perindustrian yang kini dijabat oleh Airlangga Hartarto.

Kemudian diberikan mandat dari Presiden Jokowi untuk mengembangkan proyek Small Medium Industry (SMI) dan mobil pedesaan. Atas mandat Presiden RI, IOI mendukung sekaligus menginisiasi proyek SMI dan mobil pedesaan tersebut.

Nah, berikut ini 13 kriteria yang mendefinisikan mobil pedesaan:

  1. Bentuk tidak bersinggungan dengan kendaraan yang ada sekarang. Asumsi dimensi panjang x lebar x tinggi (3,2 m x 1,5 m x 1,8 m plus gandengan).
  2. Penggerak kendaraan bisa 4×4 atau 4×2.
  3. Mesin diesel dengan kapasitas 1.000 cc, bisa berbahan bakar biofuel (bio diesel).
  4. Kecepatan kendaraan 50 km/jam.
  5. Harga jual kisaran Rp 60 juta on the road.
  6. Kendaraan dengan sistem dan konsep perawatan (maintenance) yang sederhana.
  7. Desain atau bentuk bodi dan kabin mempunyai ke-khasan atau bercorak lokal wisdom.
  8. Platform kendaraan menggunakan frame yang sederhana dan mudah dirakit.
  9. Bodi dan kabin mudah dibongkar pasang dan dengan bahan atau material lokal, ringan dan kuat.
  10. Ground clearence minimum 200 mm.
  11. Secara total, kendaraan ini mudah dirakit.
  12. Desain bentuk kendaraan harus dapat digunakan secara multiguna atau mutipurpose. (Untuk pertanian, perkebunan, peternakan, pengairan, perikanan, nelayan, dll-nya).
  13. Sebagai alat angkut orang dan barang.

Nah, semoga saja proyek mobil desa tersebut dapat terealisasikan dengan baik agar masyarakat pedesaan mendapatkan manfaat yang besar, mengingat selama ini mobil murah bag 1 lebih menguntungkan kepada masyarakat kota.