RENTAL MOBIL SEMARANG – Ertiga merupakan salah satu MPV asal suzuki yang cukup laris di Indonesia, mobil ini juga telah lebih dulu ada di India. Dan di Indonesia ertiga di gunakan oleh mazda dengan nama vx-1, sedangkan di malaysia hadir juga dengan nama proton ertiga. Itu merupakan salah satu bukti bahwa ertiga cukup di terima di pasar Asia.

Di kutip dari otomania.com bahwa 20% penjualan ertiga telah di sumbang oleh tipe diesel tersebut. Dari kondisi seperti itu, Suzuki Indomobil Sales (SIS) langsung mengambil keputusan untuk merakit lokal. Bahkan, dalam waktu dekat sudah tidak lagi diambil dari India, melainkan diproduksi di pabrik Suzuki.

“Sudah pasti akan kita lokalkan, dalam waktu dekat ini akan kita umumkan,” ujar Donny Saputra, Direktur Pemasaran 4W SIS akhir pekan lalu di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Suzuki, lanjut Donny berusaha agar harga jual MPV 7-penumpangnya itu tidak naik. Sebab, secara hitungan kasar biaya impor dan pajak tidak ada, sehingga bisa digunakan untuk kebutuhan lain.

“Harusnya bisa lebih canggih lagi, kita akan tambahkan fitur. Mengenai harga kita usahakan tidak naik atau sama saja seperti versi CBU-nya,” kata Donny. Mengenai spesifikasi, dibekali mesin 1.300 cc dengan tenaga 89 ps pada 4.000 rpm dan torsi 200 Nm pada 1.750 rpm. Varian ini dijual Rp 219,5 juta on the road DKI Jakarta dan sekitarnya.

Menurut saya tampaknya bisa lebih murah kalo secara utuh sama, tapi bisa berdampak pada anjloknya harga pasaran dan kekecewaan konsumen yang telah membeli saat CBU, jadi penambahan fiturlah solusi tengahnya, tapi apakah selisih antara CBU – CKD sama dengan harga penambahan fitur tersebut? atau bisa jadi margin suzuki bertambah dengan CKD tersebut? Walaupun ertiga hybrid cukup layak di beli, tapi suzuki perlu waspada akan kehadiran wuling dan calya.